IKLAN

March 1, 2024

LOMBOK HIJAU NEWS

Independen Kritis dan Edukatif

Acara Mandi Safar di Gili Air dan Festival Gili Trawangan, Undang Wisatawan Menggeliat.

4 min read

Tanjung, KLU — Ribuan warga memadati pantai Gili Indah saat di gelar acara mandi Safar atau Tulaq Bala’ di pantai, Rabu (21/9/2022) kemarin.

Tradisi Mandi Safar kali ini berlangsung cukup meriah dan berbeda dengan tahun sebelumnya.

Mandi Safar merupakan tradisi tahunan warga di tiga Gili, Gili Meno, Gili Air dan Trawangan, (Rebo Bontong), atau hari Rabu terakhir di Bulan Safar sesuai penanggalan Hijriah.

Tradisi ini digelar untuk Menolaq Bala’ sekaligus tujuannya untuk promosi kembali, bahwa ke tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara umumnya, sudah mulai pulih sebagaimana sediakala.

Selain acara Mandi Safar atau Tolaq Bala di Gili Air, juga di rankaikan dengan berbagai acara dan Festival Gili Terawangan selama empat (4) hari berturut turut sampai dengan tanggal 24/9-2022.

Terlihat Wisatawan Lokal Maupun Mancanegara Memadati dan Membludak Untuk Ke Gili Trawangan

Aktivitas wisatawan baik domestik maupun manca negara di kawasan wisata tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara kini sudah terlihat mulai menggeliat setelah sekian lama pasca gempa bumi 7.0 skr dan terbelenggu pandemi COVID-19.

Berikut pernyataan H. Taufik mantan Kades Gili indah yang sekarang bergelut di pariwisata. H Taufik menuturkan, aktivitas wisatawan dan ekonomi para pelaku usaha pariwisata di tiga Gili ini sudah mulai bergerak.

Namu Ia mengharapkan kepada pemda KLU agar tarif pemasangan air bersih untuk rumah tangga tidak terlalu mahal, sebab masyarakat masih dalam penataan kembali Fasilitas Fasilitas wisata akibat gempa bumi dan Covid 19. Angka yang di tetapkan untuk tarif air bersih cukup memberatkan masyatakat,kata dia.

Terlepas dari tarif untuk para pengusaha pariwisata, khusus yang diharapkan H Taufik adalah tarif air bersih untuk masyarakat biasa.

Senada dengan Basok, salah seorang pengusaha pariwisata yang sukses.
Basok berharap ada kesamaan persepsi antara masyarakat dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan pariwisata di tiga Gili ini, harapnya.

Dengan mulai bergeraknya aktivitas wisatawan, maka geliat aktivitas pelaku usaha di tiga Gili juga ikut serta, yang terlihat dari beroperasinya hotel, bungalow, pondok wisata, dan tempat penginapan-penginapan, serta keramaian penyeberangan dari Pelabuhan Bangsal yang hilir mudik, tuturnya.

Beroperasionalnya tempat-tempat penyewaan untuk kegiatan menyelam, penyewaan alat transportasi sepeda dan “cidomo”, toko-toko aksesoris, hingga food court pasar malam, juga sangat mendukung acara Mandi Safar di Gili Air dan Festival Gili Terawangan.

Menggeliatnya kunjungan wisatawan berati memulihan ekonomi masyarakat tiga Gili ini khususnya. Sebab di Gili juga banyak pendatang yang mengadukan nasipnya untuk bekerja serabutan di sini, kata dia.

“Satu per satu, para pengusaha di sini kembali beroperasi. Termasuk saya,kata H Taufik dan Basok. (@ng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Lombokhijaunews | Newsphere by AF themes.