IKLAN

iklan

Screenshot_20200810_112732_com.whatsapp
Screenshot_20200810_114739_com.whatsapp
Screenshot_20200810_114758_com.whatsapp
July 3, 2022

LOMBOK HIJAU NEWS

Independen Kritis dan Edukatif

Antisipasi PMK, DKP3 KLU Turunkan Petugas Pengawasan Ternak.

4 min read

Tanjung, KLU — Prihal peningkatan kewaspadaan terhadap PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3-KLU) bersurat ke semua UPTD di tiap tiap Kecamatan se-wilayah Kabupaten Lombok Utara, Minggu 15/5-2022

Menindaklanjuti surat Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor: 06005/APK.310/F05/2022, tanggal 6 Mei 2022, Prihal Surat Edaran peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK), maka diharapkan kepada semua Kepala UPTD masing masing di Lombok Utara mengambil langkah-langkah atau tindakan mengantipasi timbulnya penyakit PMK/Penyakit Mulut dan Kuku di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Sebanyak 225 ekor ternak sapi dan kerbau yang beredar di Pasar Hewan Tanjung di periksa petugas yang terdiri dari Dokter Hewan, PPL IB, Kepolisian bersama Kepala UPTD Kecamatan Tanjung, Minggu 15/5-2022.
Hal ini disampaikan Kepala UPTD Kecamatan Tanjung, Aki Suharti, SPT yang didampingi drh. Gilang Maulana, drh. Elin M. Tamrin dan PPL Bidang Peternakan saat melaksanakan tugas pengawasan. Aki Suharti mengatakan “Dari 225 ekor sapi dan kerbau yang sudah di periksa dan beredar di pasar hewan Tanjung hari ini belum ada yang terinfeksi PMK”.

Pihaknya sudah menurunkan anggota bersama Anggota Polri sejak dua hari berlangsung, dan sampai hari ini (Minggu 15/5-2022) belum ada yang terinfeksi, termasuk gejalanya, tutur Aki Suharti kepada wartawan media ini.

” Setelah mendapatkan infomasi di sejumlah media, Aki Suharti selaku Kepala UPTD Kecamatan Tanjung perintahkan stafnya untuk melakukan pengawasan di jalur masuknya hewan ternak bersama pihak Kepolisian, seperti di perbatasan Pusuk, Jalur Senggigi dan jalur perbatasan Kabupaten Lombok Utara dengan Kabupaten Lombok Timur ( Kokok Putek ) Kecamatan Bayan.

Senada dengan drh. Gilang Maulana, drh. Elin M.Tamrin dkk, melakukan pengawasan kesehatan pada hewan di setiap sentral sentral peternakan ruminansia (sapi, kerbau, kambing, domba dan babi).

Dengan merebaknya wabah PMK di sejumlah daerah, pihaknya melaksanakan pembinaan kepada peternak untuk aktif melakukan pelaporan jika menemukan kasus kesakitan atau kematian pada hewan ternak yang mengarah pada PMK.
Meningkatkan komunitasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat dengan prinsip membangun kepercayaan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat (public awerness) terhadap ancaman dan potensi bahaya PMK dan upaya pencegahan dan pengendalian PMK ; penerapan bioskuriti, pelarangan membeli ternak ruminai dan babi dari wilayah yang sedang ada kasus PMK ungkap drh Gilang.

Diakuinya pula memang belum ada obat yang dapat menyembuhkan gejala PMK, namun bisa di tangani sementara dengan pemberian Vitamin Vitamin pada hewan ternak, apabila ada gejala PMK, tuturnya. (@ng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Lombokhijaunews | Newsphere by AF themes.