IKLAN

iklan

Screenshot_20200810_112732_com.whatsapp
Screenshot_20200810_114739_com.whatsapp
Screenshot_20200810_114758_com.whatsapp
July 3, 2022

LOMBOK HIJAU NEWS

Independen Kritis dan Edukatif

Dinas Kesehatan KLU Launching Universal Health Coverage.

10 min read

Tanjung, — Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Lombok Utara menggelar kegiatan launching Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS), pada Jum’at (4/2/2022).

Kegiatan yang di pusatkakan di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara, sebagai salah satu upaya mewujudkan peningkatan akses, pemerataan dan kwalitas pelayanan kesehatan serta pelayanan sosial dasar lainnya di KLU, melalui pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC).
Hal tersebut di sampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H Abdul Kadir, saat pelaksanaan launching UHC Jum’at (4/2/2022).

Dimana menurutnya, Universal Health Coverage (UHC), merupakan program yang memastikan agar masyarakat memiliki akses dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, tanpa harus mengalami kesulitan terkait dengan masalah finansial. Mempermudah masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

Sejumlah undangan turut di hadirkan dalam rangka “ KLU UHC ”, diantaranya,
Direktur Perluasan dan pelayanan peserta BPJS Kesehatan Pusat,
Depugi Dir. Bidang p
Perluasan Peserta BPJS Kesehatqn Wilayah Nusra, Bupati Lombok Utara, DPRD KLU, Plt. Sekda, Asisten III Setda KLU, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kpala PBJS Kesehatan Cabang Mataram Perwakilan Tanjung, Sejumlah Kepala OPD KLU dan Camat serta seluruh Kepala Desa se Kabuoaten Lombok Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H Abdul Kadir, mengatakan ” Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya agar terwujud manusia Indonesia yang bermutu, sehat, dan produktif “.
Tujuan tersebut selaras dengan upaya untuk mewujudkan Misi ke 3 Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara yaitu meningkatkan akses, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan, serta pelayanan sosial dasar lainnya, termasuk didalamnya adalah kewajiban Pemerintah Daerah untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakatnya, terutama masyarakat yang tidak mampu.

Dalam perjalanannya pelaksanaan program jaminan kesehatan di Kabupaten Lombok Utara, menggunakan dua mekanisme, yaitu terintegrasi dengan BPJS kesehatan dan melalui Program Biaya Berobat Masyarakat Miskin Kartu KLU Sehat (KKS).

Berdasarkan hasil evaluasi, Program Jaminan Kesehatan Daerah yang dilaksanakan dengan pola terintegrasi dengan BPJS kesehatan, memiliki berbagai keuntungan dan kelebihan, baik dari sisi pelayanan maupun manfaat jaminan kesehatan yang diperoleh peserta BPJS Kesehatan.
Data jumlah punduduk Kabupaten Lombok Utara pada semester I Tahun 2021, dari 252.949 penduduk, kepesertaan JKN-KIS Kabupaten Lombok Utara mencapai 240.485 jiwa (95,07%), yang terdiri dari segmen kepesertaan PBI-JK sebanyak 57,48%, peserta Pekerja Penerima Upah sebanyak 10,02%, peserta Mandiri sebanyak 2.5% dan peserta Pekerja Bukan Penerima Upah/ Bukan Pekerja yang didaftar oleh pemerintah Daerah sebanyak 29,71%.

Termasuk didalamnya adalah sharing anggaran dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, ucap dr.Kadir.

Sekitar akhir bulan september kami dipanggil oleh Bapak Bupati, dimana wktu itu dihadiri pula oleh Wakil Bupati, penjabat sekda, kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala DINSOS,,, Bapak Bupati menanyakan kepada kami semua ,pelayanan kesehatan terkait masyarakat tidak mampu di KLU mau diapakan???, kami semua di tanyak dan sepakat untuk UHC ( ditandai dengan mengetuk meja ruang tamu), sejak itu kami mulai lebih bergerak bekerja dan berupaya agar masyarakat bisa menjadi peserta BPJS, dana dari PEMDA kita upayakan untuk membayar iur biaya kepesertaan BPJS,
Sekitar awal oktober tepatnya 5 oktober 2021 kami membuat tim kerja kecil yang melibatkan dinas kesehatan, dinas sosial, dinas kependudukan, dinas kominfo serta pimpinan BPJS perwakilan Tanjung, membuat group wa ( JELAB JARI) – kr kami ingin data kependudukan,data kepesertaan BPJS KLU lebih baik dan sesuai dengan kenyataan , wal hasil alhamdulillah berkat kerja sama yang sangat Super mendapatkan hasil data kepsertaan yang “Super Mendekati Kenyataan”.

Komunikasi dengan dinas kesehatan provinsi dan asisten III Gubernur juga lebih intens kita lakuakan terkait dana sharing pemda dan prov, ( Kita PEMDA KLU menyanggupi dan alhamdulillah saat itu bersama kepala BPKAD , kami sanggup 5M)
Dengan berbagai upaya dan dukungan dari Pemerintah Daerah beserta pihak terkait lainnya, per tanggal 1 Februari tahun 2022, Kabupaten Lombok Utara ditetapkan sebagai Kabupaten dengan predikat UHC (Universal Health Coverage) yang ke 4 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sehingga dipastikan bahwa seluruh masyarakat Lombok Utara mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Sehubungan dengan telah ditetapkannya Kabupaten Lombok Utara sebagai Kabupaten UHC, tugas selanjutnya adalah bagimana meningkatkan kualitas pelaksanaan UHC melalui upaya optimalisasi layanan kesehatan yang ditujukan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan memuaskan. ( SDM nya, ALAT Kesehatan??,

Management??? Doakan kami semua bisa membawa Pelayanan yang lebih BAIK)
Beberpa kebaikan dan keuntungan kta UHC
Masyarakat yang tidak mampu dapat meng-akses pelayaanan ke sara pelayanan milik pemerintah cukup dengna membawa kartu BPJS, atau kalau tidak punya cukup dengan menunjukkan KTP/Kart Keluarga (KK),
Masyarakat yang sudah terdaptar ini sudah tidak perlu lagi meminta rekomendasi untuk di berikan pelayanan ke dinas kesehatan, dinas sosial;
Jika ada masyarakat yang perlu pelayanan segera dan sifatnya emergency , pemerintah saat itu , pada hari yang sama dapat mendaftarkan masyarakat tersebut menjadi peserta BPJS,
Puskesmas mendapatkan dana Kapitasi dari BPJS untuk dapat mengelola dana tersebut untuk meningkatkan pelayanan dan operasioan puskesmas,
Puskesmas juga mendapatkan , bisa mengklaim dana pelayanan di luar kapitas
Bagi RS, RS juga bilsa mengklaim jasa pelayanan yang di berikan kepada masyarakat kepada BPJS .

Dengan cakupan kepeserta UHC sebesar 95,07%, potensi pendapatan Kapitasi dan non Kapitasi di 8 Puskesmas bisa mencapai 25 Milyar per tahun. Sedangkan potensi pendapatan Rumah Sakit Daerah dari klaim pelayanan non kapitasi bisa mencapai 2 Milyar – 2,5 Milyar per bulan.

Pendapatan tersebut digunakan untuk membayar jasa pelayanan dan membiayai operasional Puskesmas dan Rumah Sakit setiap bulannya, sehingga hal tersebut berdampak terhadap berkurangnya beban APBD untuk membiayai seluruh operasional Puskesmas dan Rumah Sakit. Dengan demikian diharapkan semua masyarakat dapat terlayani dengan sebaik-baiknya, dan Puskesmas selaku Faslitas Kesehatan Tingkat Pertama dan Rumah Sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan dapat menjalankan fungsinya dengan optimal dengan mengedepankan standar pelayanan yang berkualitas.

Semoga Allah Tuhan yang maha berkendak, dan menghendaki kita semua menjadi pelayanan yang lebih baik, dan kita sebagai pelayanan masyarakat serta masyarakat kita juga menjadi “Lebih Bersyukur”, Amin, lanjutnya.

Selain itu, ” Kekompakan semua pihak juga penting sebagai upaya menjaga kondusifitas masyarakat KLU,”

“Ya, ini penting dilakukan, tujuannya agar supaya seluruh warga masyarakat Kabupaten Lombok Utara dapat memiliki kepastian akan jaminan kesehatannya,” kata dr Kadir.(@ng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Lombokhijaunews | Newsphere by AF themes.