IKLAN

iklan

Screenshot_20200810_112732_com.whatsapp
Screenshot_20200810_114739_com.whatsapp
Screenshot_20200810_114758_com.whatsapp
July 3, 2022

LOMBOK HIJAU NEWS

Independen Kritis dan Edukatif

Komitmen Pemda Provinsi NTB Dalam Pelayanan BPJS Untuk Masyarakat KLU.

5 min read

Tanjung, — Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS kesehatan) dalam sambutan pada acara launching Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS), pada Jum’at (4/2/2022).

Ir. David Bangun, selaku Direktur perluasan dan pelayanan peserta BPJS kesehatan, didampingi, Agung Putu Dharma, S.kom. M.M ( Deputi Direksi wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS kesehatan) dan Apr. Sarman Palipadang, S. Farm. M.kes ( Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram) menegaskan bahwa ” Kami dari BPJS itu mendapatkan mandat dari pemerintah dan sudah menunjukkan bahwa memang negara itu hadir untuk masyarakat Indonesia ”

Saat ini 36% penduduk Indonesia merupakan masyarakat yang ditanggung oleh pemerintah pusat iurannya gratis dan tidak cukup itu saja tidak hanya APBN APBD ungkapnya di depan segenap undangan.

“Pemerintah daerah banyak yang berkomitmen untuk membantu masyarakat yang miskin jadi pada saat ini kurang lebih 15% penduduk Indonesia yang ditanggung oleh pemerintah daerah, karena kondisi yang tidak mampu ataupun miskin”, tuturnya.

Jadi 50% penduduk Indonesia yang ditanggung oleh negara, artinya nama negara memberikan perhatian yang sangat besar kepada aspek kesehatan, karena aspek kesehatan itu merupakan hal mendasar.

Mungkin perlu saya sampaikan pada posisi akhir tahun 2021 jumlah penduduk Indonesia yang sudah terdaftar di BPJS kesehatan adalah 235,7 juta.

Meniru penyampaian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara terkait capaian pelayanan kesehatan dengan jumlah yang sangat besar sekali dan merupakan suatu jaminan kesehatan yang terbesar di dunia tambahnya.

Jaminan kesehatan nasional mencapai 235 juta, tentu itu patut kita syukuri, tetapi tantangan ke depan masih sangat berat, dan ada dua hal saya lihat dari jumlah tersebut, pertama adalah dengan 235 juta sudah terdaftar itu kurang lebih 40 juta lagi penduduk Indonesia belum terlindungi itu pertama.

Yang kedua adalah di antara 235 juta tersebut 40 juta itu statusnya tidak aktif 17 juta itu menunggak mereka menemukan kesulitan finansial untuk membayar iuran, adalah masyarakat yang dulu pernah aktif dinonaktifkan baik itu karena kena PHK sebelumnya terdaftar sebagai penerima bantuan tetapi di dinyatakan tidak miskin lagi.

Jadi ada tantangan besar ke depan bagaimana agar baik yang tidak aktif maupun yang belum mendaftar bisa terlindungi, ” Saya sangat apresiasi sekali dengan apa yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan KLU, H dr. Abdul Kadir. Jadi untuk di Lombok Utara 95% itu masyarakat benar-benar terlindungi secara aktif, artinya benar-benar terlindungi kesehatannya bukan hanya sekedar terdaftar.

Ini angka yang sangat tinggi mengingat secara nasional itu angkanya dibawah 80%.

Jadi kami dari BPJS patut berikan aperesiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara atas pencapaian pelayanan BPJS untuk masyarakat KLU, kata Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS kesehatan, Ir. David Bangun. (@ng)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © Lombokhijaunews | Newsphere by AF themes.